Minggu, 29 April 2012

Peristiwa Alam

MATEMATIKA & IAD
PERISTIWA LANGIT TERBELAH
Dosen: Hotniar siringoringo










oleh:
Pajrin Janari (15511485)
Kelas 1PA05

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI


UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2011/2012






Abstak
Pengertian dan pembahasan tentang langit yang terbelah
Oleh : Pajrin Janari
Pembasan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar dapat mengerti dan tidak berfikiran bahwa peristiwa alam ini merupakan suatu pertanda akan datangnya musibah yang dapat membuat masyarakat menjadi panik.
Peristiwa ini merupakan suatu kejadian yang biasa dan bukan merupakan suatu  pertanda apa-apa, walaupun ada beberapa kasus bencana alam yang terjadi sesudah kejadian langit terbelah. Namun peristiwa ini dapat dipikirkan secara logis dan berbagai pendapat secara logika menjelaskan tentang peristiwa langit terbelah. Yang berperan dalam fenomena ini adalah faktor awan dan radiasi matahari pada saat-saat tertentu yaitu pagi hari saat matahari terbit atau sore menjelang matahari terbenam. Peristiwa seperti ini tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Ia bisa terjadi kapan saja, karena tidak ada suatu bentuk pemodelan yang bisa membantu untuk dapat diperhitungkan secara eksak.





























KATA PENGANTAR

   
Puji syukur kami haturkan atas rahmat dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Atas kemudahan dari–Nya, makalah yang berjudul “peristiwa langit terbelah” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Pada kesempatan ini, terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Mengingat dalam proses penyelesaian makalah ini, banyak pihak yang telah membantu baik secara tenaga, buah pikir, dan material, secara langsung maupun tidak langsung.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca, agar dapat mengerti tentang peristiwa-peristiwa alam seharusnya kita tidak mengartikan dengan hal-hal gaib, melainkan kita harus mengintropeksi diri atas apa yang kita lakukan.
Seperti kata pepatah, “Tak ada gading yang tak retak” begitu pula makalah iniyang masih memiliki kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca akan kami terima dengan lapang dada untuk  penulisan yang lebih baik lagi kedepannya. Pada, akhirnya, semoga sumbang pikir ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, amin.


















Depok, 20 Maret 2012
                                                                     
 



 Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Pandangan Masyarakat Tentang Langit Terbelah
Banyak orang yang mengartikan bahwa peristiwa ini merupakan turunnya malaikat dari langit dan pembelahan langititu merupakan jalur datangnya malaikat kebumi, selain itu peristiwa langit terbelah ini dipandang oleh masyarakat sebagai pertanda datangnya bencana.
Ada beragam pemaknaan masyarakat atas fenomena tersebut, salah satunya berpotensi meresahkan karena dipercayai terkait dengan bencana. Ini dapat dipahami karena ada banyak pemberitaan media yang menghubungkan fenomena ini dengan bencana gempa, gunung merapi dan tsunami. Kebetulan beberapa waktu yang lalu fenomena langit terbelah juga terjadi di Yogyakarta, Padang dan lain-lain.
Fenomena langit terbelah sebenarnya sering terjadi. Jika anda membuka internet ada banyak dokumentasi tentang fenomena ini, misalnya Video You Tube atau image (gambar). Hal itu menunjukkan peristiwa demikian sering terjadi dimana-mana. Tetapi perlu dicatat dari setiap kemunculan fenomena ini di berbagai belahan dunia tidak berarti bahwa itu bencana.


1.2    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari peulisan ini adalah,
1.    Agar kita dapat mengetahui tentang langit terbelah yang merupakan suatu kejadian alam yang biasa
2.    Untuk mengetahui pengertian ilmiah tentang langit tentang langit terbelah

1.4     Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan ini adalah,
1.    Dapat menambah wawasan mengenai langit terbelah
2.    Mengetahui bagaimana sudut pandang ilmiahtentang langit yang terbelah
3.    Agar kita tidak salah mengartikan tentang peristiwa alam tersebut













BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

    Ada banyak peristiwa langit akhir-akhir ini yang  menarik perhatian masyarakat. Di Banjarmasin pada Kamis sore 17 Maret 2011 pukul 18.00 WITA fenomena “langit terbelah” disaksikan oleh banyak warga. ”Langit terbelah” di deskripsikan sebagai sebuah garis panjang yang membentang dari satu titik seperti membelah langit. Peristiwa ini juga disiarkan di Televisi, dan satu-satunya hasil rekaman yang bisa saya dapatkan adalah dari :
http://www.youtube.com/watch?v=pvIr_cv0pQM .
Ada beragam pemaknaan masyarakat atas fenomena tersebut, salah satunya berpotensi meresahkan karena dipercayai terkait dengan bencana. Ini dapat dipahami karena ada banyak pemberitaan media yang menghubungkan fenomena ini dengan bencana gempa, gunung merapi dan tsunami. Kebetulan beberapa waktu yang lalu fenomena langit terbelah juga terjadi di Yogyakarta, Padang dan lain-lain.
Fenomena langit terbelah sebenarnya sering terjadi. Jika anda membuka internet ada banyak dokumentasi tentang fenomena ini, misalnya Video You Tube atau image (gambar). Hal itu menunjukkan peristiwa demikian sering terjadi dimana-mana. Tetapi perlu dicatat dari setiap kemunculan fenomena ini di berbagai belahan dunia tidak berarti bahwa itu bencana. Mengapa ada tafsir demikian? itu karena manusia membutuhkan jawaban atas berbagai fenomena, jika jawaban itu tidak muncul dari dunia sains (ilmu pengetahuan) maka mitos yang berperan untuk memberikan jawaban sementara, yang pada gilirannya terbangun anggapan-anggapan yang terkadang tidak berdasar dan tidak memiliki penjelasan dari sudut pandang ilmiah.
Tulisan ini ingin menginformasikan tentang fenomena langit terbelah dari sudut ilmu pengetahuan. Apa yang disebut langit terbelah itu hanyalah istilah, tidak ada langit terbelah. Apa yang ditampilkan dalam fenomena ini sesungguhnya adalah terjadi pada awan rendah di atmosfir. Yang berperan dalam fenomena ini adalah faktor awan dan radiasi matahari pada saat-saat tertentu yaitu pagi hari saat matahari terbit atau sore menjelang matahari terbenam. Peristiwa seperti ini tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Ia bisa terjadi kapan saja, karena tidak ada suatu bentuk pemodelan yang bisa membantu untuk dapat diperhitungkan secara eksak. Sama seperti halnya kejadian pelangi, halo matahari dan Sundog, meskipun fenomena tersebut telah dapat dijelaskan secara ilmiah. Berbeda halnya dengan peristiwa gerhana, penampakan beberapa komet, peristiwasuper moon dan sebagainya yang bisa dibuat pemodelannya. Dengan demikian bisa diketahui secara eksak.
Di dunia sains kejadian alam berupa fenomena langit terbelah itu disebut dengan crepuscular, atau disebut juga Crepuscular Ray atau Dark Crepuscular Ray. Kita tentu ingin tahu apa yang menyebabkan langit terbelah atau Dark
Crepuscular terjadi. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menjelaskan:
Clouds near the horizon can block sunlight from reflecting off air, making columns outward from the Sun appear unusually dark. Maksudnya: (Awan di dekat horison dapat memblokir sinar matahari sehingga tidak dapat memantul, karena itu maka bermunculan kolom (seperti garis sorot) dari Matahari yang nampak berwarna gelap).
Dengan demikian dapat kita pahami dengan sederhana bahwa lintasan jalur berwarna gelap (Dark Crepuscular Ray) yang membelah langit terjadi akibat sinar matahari di ufuk terhalang oleh awan. Tidak semua awan yang memblok radiasi sinar matahari akan menghasilkan jalur gelap, yang potensial menghasilkan jalur gelap itu adalah gumpalan awan padat yang disebut Cummulus nimbus, sedang pada bagian angkasa yang lain kondisi langit relatif cerah dan tak berawan untuk mendukung kontras bagian terang dan gelapnya. Peristiwa seperti ini terjadi ketika awan menghalangi cahaya matahari saat terbit atau menjelang terbenam. Hal itu secara konsisten dari beberapa peristiwa “langit terbelah” adalah terjadi sekitar jam 06.00 dan 18.00. Ketika radiasi matahari terblokir oleh awan padat, maka radiasinya tidak bisa dihamburkan relatif merata oleh atmosfir.
Di dalam fenomena langit terbelah selain istilah crepuscular, juga dikenal istilah anticrepuscular.Perbedaan keduanya adalah jika crepuscular bersumber dari radiasi cahaya matahari dari titik tertentu yang terhalang oleh awan padat dan masuk menembus celah-celah awan membentuk garis-garis gelap dan terang. Sementara  anticrepuscular, adalah berkas sinar yang mirip dengan crepusculartetapi terlihat di tempat yang berlawanan dari matahari. Prosesnya ketika crepuscular muncul dari titik radiasi matahari saat terbit atau saat terbenam, mengalami proses penyatuan (konvergensi cahaya) di titik anti solar (titik yang berlawanan dengan arah matahari). Meskipun sinar anticrepuscular muncul untuk berkumpul ke titik yang berlawanan matahari, konvergensi sebenarnya ilusi. Yang terlihat sebagai titik konvergensi adalah titik hilang di tak terhingga. Sinar krepuskular biasanya jauh lebih terang dari sinar anticrepuscular. Adakalanyacrepuscular dan anticrepuscular dapat disaksikan secara bersamaan, tetapi adakalanya tidak.
Fenomena atmosfir ini jika dapat disaksikan tergantung perspektif pengamatan. Jika ia terjadi di suatu lokasi, belum tentu dapat disaksikan pada daerah lain yang cukup jauh. Misalnya jika titik perspektifnya terlihat dari Banjarmasin, fenomena tersebut belum tentu bisa disaksikan di daerah lain. Beberapa Contoh Foto :
1. Crepuscular Menjelang Matahari Terbenam (Crepuscular Near Sunset) 





Crepuscular yang terjadi menjelang matahari terbenam. Perhatikan awan cummulus nimbus memblok radiasi cahaya matahari yang mengakibatkan terbentuknya garis cahaya gelap memanjang yang membelah langit. ( Foto dari: Daytime Crepuscular Rays Twilight Crepuscular Raysweatherglossary.owlinc.org)


2. Crepuscular Di Rimbun Pepohonan

Crepuscular yang dekat dengan pengalaman keseharian kita adalah seperti cahaya matahari yang tertutup oleh pepohonan. Dari celah-celah rimbun itu radiasi cahaya matahari memancar dan membentuk garis-garis terang dan gelap. Seperti itulah proses crepuscular di angkasa yang membelah langit.
3. Crepuscular Saat Matahari Terbit

Crepuscular ini terjadi saat matahari terbit. Kontras garis cahaya gelap dan terang sangat ditentukan oleh kepekatan (kepadatan) awan cummulus yang memblok dan kecerahan cuaca. Semakin pekat awan yang memblok dan semakin bersih cuaca akan menimbulkan kontras yang lebih tinggi. (Foto: Credit Nasa)

4. Anti Crepuscular Tampak dari Atas

Anticrepuscular rays converging pada titik antisolar, pemandangan dilihat dari atas

5. Anti Crepuscular Di Taiwan 18 September 2005

Anticrepuscular rays yang terjadi di Taiwan pada 18 September 2005.
















BAB III
PENUTUP

1.1    Kesimpulan
Kejadian alam ini merupakan suatu hal biasa yang disebabkan oleh faktor awan dan radiasi matahari pada saat-saat tertentu. Oleh karena itu sepatutnya kita tidak mengartikan kejadian alam ini dengan hal-hal mitos yang dapat merugikan dan membuat masyarakat menjadi kawatir, seharusnya kita dapat mengintropeksi diri dan membuat kejadian ini menjadi cambukan untuk menambah keimanan kita kepada tuhan yang maha Esa.






















DAFTAR PUSTAKA
http://terselubung.blogspot.com/2010/06/penjelasan-fenomena-langit-terbelah-di.html
http://aliboron.wordpress.com/2011/04/22/fenomena-langit-terbelah-di-banjarmasin-kamis-17-maret-2011-sekitar-1800-wita/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar