Minggu, 29 April 2012

Senjata Kimia

MATEMATIKA & IAD
SENJATA KIMIA
Dosen: Hotniar siringoringo

oleh:
Pajrin Janari (15511485)
Kelas 1PA05



JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI


UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2011/2012







Abstrak
Pembasan tentang berbagai senjata kimia terbaru
Oleh : Pajrin Janari
Pembasan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca agar dapat menghindari dan waspada terhadap berbagai senjata-senjata kimia
Banyak sekali negara-negara modern yang saling berlomba-lomba dalam pembuatan senjata kimia dari yang bersifat biasa saja sampai yang bersifat mematikan. Senjata-senjata kimia terbaru ini biasanya digunakan untuk penyerangan dan pertahanan negara, biasanya mereka tidak memperdulikan tentang bahayanya senjata-senjata kimia yang mereka buat. Mereka hanya memikirkan kepentingan negaranya tanpa memikirkan  dampak dari senjata kimia yang mungkin bisa menyebabkan kematian. Bahkan mereka tidak segan-segan memberikan dana yang besar dalam pembuatan senjata-senjata kimia. Saat ini Amerika Serikat sedang melakukan penelitian dan pembuatan berbagai senjata-senjata mematikan.
Senjata-senjata kimia dapat berpotensi berbagai kerusakan sistem syaraf, kulit yang terbakar dan bisa sampai menyebabkan kematian masal.
Mereka biasanya memproduksi senjata-senjata kimia yang mematikan yang bermaksud untuk penguasaan berbagai daerah-daerah yang banyak menghasilkan sumber daya alam yang melimpah. Tetapi banyak sekali pandangan yang memberikan tangggapan bahwa serangan-serangan senjata kimia bermaksud untuk kepentingan politik negara tersebut.




















KATA PENGANTAR

    Assalamualaikum Wr. Wb.
Puji syukur kami haturkan atas rahmat dan karunia yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Atas kemudahan dari–Nya, makalah yang berjudul “peristiwa langit terbelah” dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Pada kesempatan ini, terima kasih kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini. Mengingat dalam proses penyelesaian makalah ini, banyak pihak yang telah membantu baik secara tenaga, buah pikir, dan material, secara langsung maupun tidak langsung.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk para pembaca, agar dapat mengerti tentang peristiwa-peristiwa alam seharusnya kita tidak mengartikan dengan hal-hal gaib, melainkan kita harus mengintropeksi diri atas apa yang kita lakukan.
Seperti kata pepatah, “Tak ada gading yang tak retak” begitu pula makalah iniyang masih memiliki kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca akan kami terima dengan lapang dada untuk  penulisan yang lebih baik lagi kedepannya. Pada, akhirnya, semoga sumbang pikir ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, amin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.










Depok, 10 April 2012
                                                                    





    Penyusun


                                          

PENDAHULUAN

1.1    Pandangan penulis
Pada zaman sekarang ini banyak sekali negara-negara maju di dunia yang mengembangkan berbagai sumberdaya dan kemampuan dalam bidang militer dan ketahanan negara. Banyak sekali berbagai negaara maju yang mengembangkan kekuatan militernya dengan berbagai macam peralatan senjata dari yang sederhan maupun yang mematikan. Pada zaman yang moderen ini setiap negara mau tidak mau harus memperkuat ketahanan negaranya dalam bidang militer agar negara tersebut dapat aman dari berbagai serangan luar maupun dalam negri. Senjata kimia merupakan salah satu senjata yang paling ampuh dan mematikan dalam menjaga pertahan negara, walaupun bisa dikatakan senjata kimia adalah senjata yang sangat berbahaya dikarnakan berbagai efek yang ditimbulkan dari jangka pendek sampai jangka panjang, bahkan tidak memungkinkan efek dari senjata kimia bisa menyebabkan kematian.
Berbagai ilmuan dunia sangat serius dalam menciptakan senjata kimia yang mematikan, padahal lembaga persrikatan PBB memberikan pelarangan bagi negara yang menciptakan senjata-senjata yang bersifat senjata penghancur masal. Tetapi tidak dapat diragukan lagi pada zaman sekarang ini ada berbagai negara yang sudah mempunyai senjata kimia yang sangat berbahaya.


1.2    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari peulisan ini adalah,
1.    Memberitahukan pembaca atas berbahayanya senjata kimia
2.    Memberikan informasi kepada pembaca terhdap senjata kimia

1.4     Manfaat Penulisan
Adapun manfaat dari penulisan ini adalah,
1.    Dapat menambah wawasan mengenai senjata-senjata kimia
2.    Mengetahui bagaimana berbahayanya senjata-senjata kimia
3.    Agar kita dapat waspada tehadap berbagai ancaman dari senjata-senjata kimia

















ISI DAN PEMBAHASAN

Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya. Menurut Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup (misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin). Menurut konvensi ini pula, segala zat kimia beracun, tanpa mempedulikan asalnya, dianggap sebagai senjata kimia, kecuali jika digunakan untuk tujuan yang tidak dilarang (suatu definisi hukum yang penting, yang dikenal sebagai Kriteria Penggunaan Umum, General Purpose Criteron).

Senjata kimia
Senjata kimia diartikan sebagai bahan kimia toksik yang dapat menyebabkan kematian dan kerusakan yang bersifat sementara atau menetap.
Peralatan penggunaanya  dianggap sebagai senjata kimia sekiranya tujuan utama penggunaannya ialah untuk menghasilkan kesan toksik terhadap musuh. Gas pemedih mata atau lainnya kimia juga dianggap sebagai senjata kimia jika digunakan untuk tujuan permusuhan atau persengketaan.

Amerika Serang Pakistan Menggunakan Senjata Kimia Terbaru (Memakai Pesawat Tanpa Awak)
AS mengerahkan pesawat -pesawat Intelijen tanpa awak untuk menembakkan misil-misil yang mengandung zat kimia sangat berbahaya Ke Pakistan sejak
April hingga Juni 2011 ini berdasarkan hasil visum dan penelitan para Dokter dan sejumlah pakar di Pakistan menyatakan bahwa Terbukti AS menggunakan senjata kimia dalam serangan udara dengan menggunakan pesawat tanpa awak ke wilayah negara itu. Ini terlihat dari kondisi para korban serangan, yang kebanyakan dari kalangan warga sipil.
 banyak korban luka yang menderita berbagai gangguan penyakit di bagian kulit, optik kondisinya dibilang hidup tidak, mati juga tidak akibat komplikasi penyakit yang disebabkan oleh material kimia berbahaya yang terkandung dalam misil-misil tersebut.Dalam Operasi Serangan Ke barat laut Pakitan Peran Intelijen Kesehatan Amerika (NCMI) terbukti cukup dominan dalam kurun 10 tahun terakhir N.C.M.I telah Kembangkan Senjata Biologis Aneka Tipe dan telah sukses membangun Pabrik khusus Produk Farmasi Anti Virus Seperti lazimnya skema kapitalisme global, Amerika kali ini nampaknya melirik sektor kesehatan untuk melayani dua agenda strategisnya.Terciptanya senjata biologis aneka tipe sekaligus obat anti virus dari mewabahnya aneka penyakit akibat penyebaran virus yang tak terduga.Semuanya ditujukan agar Amerika tetap tampil sebagai satu-satunya pemegang monopoli di bidang industri pertahanan maupun farmasi.
Dari Peristiwa Serangan Teroris Jepang Maret 1995 ,Serangan teroris dengan senjata kimia pada kereta bawah tanah Tokyo datang sebagai kejutan besar bagi banyak spesialis dalam terorisme dunia lalu Pada akhir 2001, teror spora antraks dalam surat-surat dikirimkan melalui US Postal mengakibatkan teror ketakutan Masyarakat Amerika lebih dari morbiditas yang sebenarnya. dan Isu pengembangan persenjataan Kimia dan nuklir yang semakin gencar di Iran Mesir, Lybia dan Korea Utara nampaknya telah dijadikan dalih Pemerintah Amerika Serikat, utamanya Pentagon, sebagai dalih untuk menggalakkan penelitian dan pengembangan persenjataan mikro-biologis dan toksikologi di bawah kendali Departemen Pertahanan. Perkembangan terkini menginformasikan bahwa Amerika telah menghimpun segala sumber daya Ilmu Pengetahuan untuk pengembangan tipe baru persenjataan biologis berskala global yang belum ada tandingannnya.Kebijakan resmi pemerintahan Gedung Putih telah menggeser fokus sasaran strategisnya ke arah suatu kemungkinan potensi penggunaan berbagai tipe penggunaan senjata yang memiliki daya rusak secara biologis terhadap umat manusia. Yang lebih parahnya lagi, pengembangan senjata biologis tipe baru tersebut kabarnya bertumpu pada orientasi untuk menghancurkan etnik atau ras bangsa tertentu. Senjata Intelijen (weapons intelligence)adalah fungsi penting keberhasilan operasi dalam Kancah perang komunitas intelijen global, Dengan dalih untuk perang melawan ancaman terorisme berskala global, dalam 10 tahun terakhir Departemen Pertahanan Amerika telah menggalakkan penelitian dan pengembangan berbagai tipe senjata biologis, khususnya terkait senjata biologis tipe biopathogen yang kabarnya punya daya rusak yang cukup berbahaya. Arah dan dana dari proyek penelitian dan pengembangan tersebut ternyata tidak sama sekali tidak terkait secara langsung dengan skala ancaman bio-terorisme yang jadi dalih pihak Pentagon untuk pengembangan senjata mematikan tersebutSekadar informasi, anggaran dana proyek pengembangan senjata biologis ini ternyata mencapai lebih dari 6 miliar dolar AS pada 2010. Sejak 2001. Gedung Putih telah menghabiskan dana sebesar 54,4 miliar dolar AS, yang mana 15 miliar dolar AS di antaranya telah digunakan oleh pihak Pentagon dan Departemen Keamanan Dalam Negeri (Departmen of Homeland Security).Dengan kata lain, anggaran sebesar 54,4 miliar dolar AS tersebut telah digunakan untuk proyek penelitian dan pengembangan senjata biologis(BSL-4 biolaboratories maupun tipe biolaboratories tipe BSL-3. Dan proyek ini sejatinya bersifat sangat rahasia (classified). Dengan demikian sampai detik ini pihak Pentagon Dan Homeland Security Department berhasil menyembunyikan skala yang sesungguhnya dari potensi bahaya senjata biologis tipe Biopathogen yang kabarnya cukup mematikan tersebut.
Yang lebih mencemaskan lagi, pihak Pentagon telah meneliti kemungkinan modifikasi genetika dari mikro-organisme yang diklaim Amerika telah digunakan oleh para teroris seperti Al Qaeda. Namun menurut para ahli dari European Center for Disease Prevention (ECDC), kemungkinan seperti yang digembar-gemborkan pihak Amerika tersebut sama sekali tidak berdasar.

Menurut para pakar ECDC, para teroris dalam aksinya lebih sering memilih mikro-organisme yang tidak sulit untuk diserap oleh lingkungan dan mudah dari segi proses dan sarana transportasi yang digunakan seperti lewat Virus Antrax, infeksi yang diakibatkan oleh wabah demam Berdarah , wabah penyakit pes maupun flu.
Dengan demikian masuk akal jika proyek macam ini yang seharusnya di bawah penanganan departemen kesehatan, di Amerika justru ditangani oleh Departemen Pertahanan. Masih ingat kasus Namru-2 AS di Indonesia pada 2008 lalu? Ketika akhirnya terbongkar oleh Menteri Kesehatan Sioti Fadila Supari, ternyata markas NAMRU-2 AS yang berlokasi di Jakarta Pusat tersebut, di atas permukaan memang merupakan kerjasama Departemen Kesehatan dan Departemen Kesehatan Amerika. Tapi ternyata diam-diam dijadikan markas intelijen angkatan laut Amerika untuk mengembangkan senjata biologis. Alhasil, proyek NAMRU-2 AS semasa Siti Fadila Supari menjabat Menteri Kesehatan, telah dihentikan.
Agaknya, proyek ini oleh Amerika telah dimiliterisasi pada skala luas karena dengan pertimbangan untuk menciptakan superioritas persenjataan biologis yang belum bisa ditandingi oleh dua musuh potensialnya yaitu Rusia dan Republik Rakyat Cina.
Karena itu Amerika meneciptakan struktur kemiliteran dalam proyek ini dengan masing masing fungsi di dalamnya. Salah satu bukti adalah ketika poada 2008 lalu, pemerintah Amerika membentuk apa yang kemudian dikenal dengan National Center for Medical Intelligence (NCMI). Adapun salah satu tugasnya adalah untuk memperoleh dan menganalisis baik informasi terbuka maupun yang bersifat rahasia berkaitan dengan sitem, struktur dan fungsi pertahanan biologis(bio-defense) dari negara-negara lain. Bisa jadi, kasus terbongkarnya NAMRU-2 AS di Indonesia pada 2008 lalu, merupakan salah satu dari skema yang telah digariskan oleh pihak Washington tersebut.
Bahkan melalui struktur NCMI ini, Amerika bisa mendeteksi bagaimana cara dan sarana yang ditempuh negara-negara lain, termasuk Indonesia, berkaitan dengan mekanisme perlindungan jika menghadapi ancaman dan daya rusak biologis tersebut(Bio-protection). Bukan itu saja. NCMI juga dimaksudkan agar Amerika bisa mendeteksi riset-riset pengembangan bidang apa saja yang sedang dilakukan oleh negara-negara lain. Sekaligus untuk memperoleh virus aneka rupa di negera-negara tersebut yang kiranya bisa dikembangkan menjadi senjata biologis pemusnah missal. Untuk kemudian dikirim ke San Alamo, Amerika Serikat.
Beberapa informasi yang berhasil dihimpun tim riset Global Future Institute menunjukkan bahwa Amerika sedang berencana menciptakan berbagai upaya berkaitan dengan bio-teknologi dengan sistem produksi yang flexible sehingga bisa menghasilkan berbagai vaksin dan obat-obat anti virus yang belum pernah tersedia sebelumnya.
Bahkan, Defense Advanced Research Agency (DARPA), telah meluncurkan program 3 tahunan pengembangan Ilmu Pengetahuan bernama Prophecy, dengan tujuan untuk memprediksi evolusi berbagai virus, untuk menciptakan berbagai produk obat-obatan baru. Sehingga jika terjadi wabah penyebaran penyakit akibat adanya virus-virus berbahaya seperti Flu Burung di Indonesia dan beberapa negara ASEAN beberapa waktu lalu,
 beberapa perusahaan-perusahaan raksasa bidang farmasi di Amerika, akan menjadi satu-satunya produsen di dunia yang memiliki resep tersebut, sekaligus pemegang monopoli perdagangan obat-obatan tersebut di seluruh dunia.

Biohazard

Senjata biologi/senjata kimia adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Senjata ini berbeda dengan senjata kimia, yang menggunakan racun atau bahan kimia yang bukan merupakan organisme hidup.
Pembuatan dan penyimpanan senjata biologi dilarang oleh Konvensi Senjata Biologi 1972 yang ditandatangani oleh lebih dari 100 negara. Alasan pelarangan ini adalah untuk menghindari efek yang dihasilkan senjata biologi, yang dapat membunuh jutaan manusia, dan menghancurkan sektor ekonomi dan sosial. Namun, Konvensi Senjata Biologi hanya melarang pembuatan dan penyimpanan senjata biologi, tetapi tidak melarang pemakaiannya.
Ini dia lima jenis senjata kimia terbaru paling berbahaya yang menjadi momok yang menakutkan dalam pertempuran yang dapat menimbulkan efek yang mengerikan, jika diterapkan pada rudal, rocket, bom, granat, pecahan senjata dan ranjau darat:

1. VX: racun berbahaya dalam bentuk cair dan uap, dapat menyerang sistem syaraf pusat. Bahan kimia ini dianggap 100 kali lebih beracun melalui sentuhan terhadap kulit daripada syaraf, dan dua kali lebih berbahaya melalui pernafasan. VX dapat menyebabkan kematian beberapa menit setelah terkena. Bahan kimia itu mematikan dengan menyerang otot yang dikendalikan dalam keadaan aktif sehingga otot lelah dan tidak dapat bernafas lagi.

2. Sulfur Mustards: Gelembung dan unsur perantara alkali. Bahan kimia ini tak berwarna dalam keadaan murni, namun secara umum berwarna kuning hingga coklat dan sedikit berbau mustard atau bawang putih. Sulfur Mustards menyebabkan luka pada kulit, mata dan saluran pernafasan. Tidak ada penawar racun atas keracunan sulfur mustard, satu-satunya cara efektif yaitu dengan mengurangi kontaminasi semua daerah yang terkena. Sepuluh miligram bahan kimia itu dapat menewaskan korbannya.

3. SARIN: Komponen yang sangat beracun baik dalam bentuk cair atau pun gas, menyerang sistem syaraf pusat dan dapat menimbulkan kematian beberapa menit setelah terkena. Bahan ini memasuki tubuh melalui pernafasan, pencernaan, mata dan kulit.

4. CHLORINE: Gas kuning kehijauan dengan bau tajam yang lebih berat dari udara. Bahan ini bereaksi dengan berbagai bahan organik, menimbulkan api dan ledakan keras. Menimbulkan efek korosif pada mata dan kulit. Penyebaran melalui udara menyebabkan kesulitan bernafas dan edema paru-paru. Tingkat terkena yang tinggi dapat menyebabkan kematian.

5. HYDROGEN CYANIDE: Sangat mudah terbakar, tidak berwarna dalam bentuk gas ataupun cair. Dalam keadaan terbakar menyebarkan racun dan dapat memicu ledakan. Dapat menimbulkan iritasi mata, kulit dan saluran pernafasan. Bahan ini dapat menyerang sistem syaraf pusat sehingga sirkulasi tidak berfungsi.

























PENUTUP

1.1    Kesimpulan
Pertahanan dan penyerangan pada setiap negara memanglah sangat penting dalam menjaga keamanan suatu negara dari serangan-serangan negara lain, namun penggunaan senjata kimia yang bersifat pembunuhan masal merupakan suatu tindakan yang sangat tidak manusiawi. Senjata-senjata kimia akan terus berkembang seiiring perkembangan zaman, berbagai dampak akibat akan semakin beragam yang akan disebabkan senjata kimia
























DAFTAR PUSTAKA
http://avdananjaya.blogspot.com/2009/03/senjata-biologi-bahasa-inggris.html
http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=39209
http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_kimia
http://berliandshare.blogspot.com/2011/08/as-mengerahkan-pesawat-pesawat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar